Hasil Buruk di Laga Tandang Menjadi Tugas Baru Zinedine Zidane

Hasil Buruk di Laga Tandang Menjadi Tugas Baru Zinedine Zidane

Hasil Buruk di Laga Tandang Menjadi Tugas Baru Zinedine Zidane. Hasil buruk kembali di dapat oleh Ronaldo dkk, ketika melakukan partai tandangnya. Kali ini anak asuhan Zinedine Zidane, harus kembali gagal meraih kemenangan, ketika mereka melakoni partai tandang ke markas Malaga, yaitu stadion La Rosaleda pada akhir pekan kemarin. Meskipun Ronaldo berhasil membawa Madrid unggul lebih dulu pada babak pertama, namun mereka tidak bisa menambah pundi – pundi gol, dan bahkan harus puas dengan hasil seri, setelah Albentos berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke – 67. Hasil seri ini tentu saja membuat perolehan poin mereka semakin jauh tertinggal dari sang pemuncak klasemen sekaligus rival abadi mereka, yakni Barcelona. Madrid kini tertinggal 9 poin dari sang rival abadinya tersebut, dimana Real Madrid saat ini baru memperoleh 54 poin, sedangkan Loz Azulgrana sudah memiliki 63 poin.

Hasil Buruk di Laga Tandang Menjadi Tugas Baru Zinedine Zidane

Laga akhir pekan kemarin di kandang Malaga, menambah panjang hasil buruk laga tandang Los Blancos dibawah asuhan Zinedine Zidane. Walaupun pada pertengahan minggu kemarin, Real Madrid berhasil menaklukan AS Roma 2 – 0 di stadion Olympico, namun kemenangan tersebut tidak mampu menjadi modal untuk menambah semangat para pemain Los Blancos untuk mengejar perolehan poin Barcelona. Justru hal sebaliknya, dimana Madrid hanya mampu bermain imbang di kandang Malaga.

Dengan hasil buruk yang didapat pada laga tandang melawan Malaga kemarin, tentu akan memberikan tugas baru bagi sang legenda Perancis, untuk bisa memperbaiki mental dan hasil yang lebih baik untuk pertandingan laga tandang kedepannya. Memang sejak Zidane menggantikan Benitez awal Januari kemarin, Zidane berhasil membawa Real Madrid menang sebanyak empat kali dengan skor yang cukup menjanjikan, yaitu :

  • Menang 6 – 0, ketika melawan Deportivo La Coruna
  • 5 – 1, ketika menang melawan Sporting Gijon
  • 6 – 0, ketika menang atas Espanyol
  • 4 – 2, dan terakhir ketika menjamu Atletico Bilbao

Namun dengan hasil buruk yang didapat oleh Real Madrid, membuat perolehan poin mereka kini kian menjauh dari Barcelona, namun sekali lagi hal ini tidak membuat Zidane langsung menyerah dan mengangkat bendera putih. Ia menambahkan bahwa memang timnya akan semakin sulit untuk meraih gelar juara La Liga, namun peluang untuk hasil tersebut masih tetap terbuka lebar. “Kami enggan untuk terlalu cepat, mengucapkan selamat tinggal untuk gelar juara La Liga. Kami akan terus bermain dan berjuang hingga akhir musim” imbuh legenda Perancis, Zinedine Zidane.

Untuk bisa terus berjuang, tentu saja Zidane sebagai pelatih, harus memiliki racikan dan strategi jitu yang baru. Dimana Zidane juga harus memikirkan strategi baru yang paten, untuk mengisi posisi kosong dimana Bale dan Benzema yang harus absen karena cedera. Hal ini bisa dibuktikan, ketika Madrid ditahan imbang Malaga akhir pekan kemarin. Dimana Trio penyerang yang diturunkan oleh Zidane pada waktu itu, Ronaldo, Jese dan Isco tidak mampu menghasilkan gol. Hal ini dikarenakan ketiga striker ini, jarang sekali terlihat bermain di area kotak pinalti lawan, sehingga serangan Madrid hanya berada di area sayap saja.

Bukan hanya dibagian penyerang saja yang menunjukan penampilan buruk, namun Trio gelandang yang diturunkan juga bermain sangat buruk ketika menjaga area kekuasaan mereka. Tidak seperti biasanya, dimana Modric, Toni Kroos dan Kovacic sering melakukan kesalahan ketika memberikan umpan, tentu saja lini depan yang membutuhkan suplai umpan, menjadi sedikit terhambat. Mereka terlihat bermain dibawah standar,  sehingga mereka gagal dan tidak bisa membaca taktik serangan yang tengah dibangun oleh Malaga. Sehingga tak heran jika Malaga berhasil mengembangkan ritme serangan serta berhasil mencetak gol untuk menyamakan kedudukan pada menit ke – 67, babak kedua.

Bukan hanya bagian depan dan tengah saja yang harus dipikirkan oleh Zidane, namun lini belakang Real Madrid juga harus memikirkan barisan belakang mereka. Karena ketika full back mereka yang turut maju kedepan untuk membantu serangan, tidak sanggup mengantisipasi ketika tim lawan melakukan serangan balik yang cepat. Tentu kondisi seperti ini, membuat benteng pertahanan yang dimiliki Real Madrid, terlihat sangat rapuh. Sebuah tim yang kuat tentu harus memiliki kesimbangan dalam tim, baik itu ketika melakukan serangan maupun ketika bertahan. Tentu ini menjadi tugas berat bagi Zidane, karena dia terlihat masih belum berhasil menemukan formula yang tepat tersebut.

Real Madrid benar – benar terlihat memiliki banyak masalah, ketika mereka bermain diluar Santiago Bernabeu, dibawah asuhan Zinedine Zidane, Real Madrid sudah melakoni tiga laga tandang dengan perolehan sekali menang, dan seri dua kali. Kemenangan tandang Madrid di markas Granada juga tidak terlalu bagus, dimana tim sebesar Madrid hanya mampu menang dengan skor tipis 2-1. Tentu ini akan benar – benar menjadi tugas Zidane, karena sepanjang 2016 ini, belum pernah sekalipun Real Madrid pulang dengan mencetak lebih dari tiga gol, ketika bermain di luar kandangnya.

Ini menjadi tanda tanya yang sangat besar bagi kita semua, apa yang sebenarnya terjadi pada El Real, apa mungkin karena mereka terlalu menganggap remeh tim lawan? atau mungkin para pemain kurang mendapat dukungan ketika melakoni partai tandangnya? Kita tunggu saja, jawaban yang akan diberikan dari Zidane, terhadap permasalahan yang sedang dialami oleh anak asuahannya.

lee

View more posts from this author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *